PERSEPSI MAHASISWA MAKASSAR DALAM MENGINTERPRETASIKAN TREN VIDEO KESENJANGAN SOSIAL DI MEDIA TIKTOK
DOI:
https://doi.org/10.33096/8p0e9886Keywords:
TikTok, Persepsi, Mahasiswa, Kesenjangan Sosial, Media Sosial, MakassarAbstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji Persepsi Mahasiswa Makassar dalam Menginterpretasikan Tren Video Kesenjangan Sosial di Media TikTok. Dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi yang melibatkan lima informan diantaranya empat mahasiswa masing-masing dari perwakilan setiap kampus di Kota Makassar ( UMI, UIM, UNM, UNHAS ), dan 1 Konten Kreator TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren video kesenjangan sosial di TikTok direpresentasikan melalui unsur visual, simbol, dan narasi yang dikonstruksi oleh kreator konten. Representasi tersebut tidak hanya menggambarkan realitas sosial, tetapi juga membentuk makna tertentu bagi audiens. Mahasiswa makassar memaknai konten tersebut secara beragam, mulai dari hiburan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, bentuk sindiran, hingga pemicu rasa insecure akibat adanya perbandingan sosial. Selain itu, informan menyadari konten tersebut merupakan hasil konstruksi media yang sengaja dikemas untuk menarik perhatian dan membangun pemaknaan tertentu. Namun, jika tidak dipahami secara kritis, konten tersebut berpotensi menormalisasi kesenjangan sosial di masyarakat. Penelitian ini memperkuat Teori Konstruksi Sosial Teknologi, Teori Konstruksi Sosial atas Realitas, dan Teori Representasi yang menegaskan bahwa makna yang terbentuk dari konten kesenjangan sosial di tiktok tidak hanya dipengaruhi oleh isi konten yang ditampilkan, tetapi juga oleh latar belakang keluarga, pengalaman hidup, lingkungan pergaulan, serta pemahaman informan sebagai mahasiswa. Dengan demikian, TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang yang membentuk persepsi, pemahaman, dan makna sosial di kalangan penggunanya.
References
Nasrullah, R. (2021). Manajemen komunikasi digital. jakarta: Kencana.
Rorong, M. J. (2020). fenomenologi. yogyakarta: Deepublish.
Rosyadi, A. A. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
Rusman, F. (2024). Teori-teori komunikasi. malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
Jurnal
Christopher Yudha Erlangga, M. R. (2022). Citra tubuh perempuan dalam foto instagram apelgede sebagai sarana satire. ilmu komunikasi, 30-38.
Dyah Atikah Prapat, A. A. (2024). Pemanfaatan media sosial tiktok sebagai sumber informasi berita bagi mahasiswa fis uin sumatera utara medan. multidisiplin ilmu, 46-56.
Evi rosfiantika, J. N. (2017). Representasi yogyakarta dalam film ada apa dengan cinta 2. ilmu komunikasi, 47-60.
Karman. (2015). Konstruksi realitas sosial sebagai gerakan pemikiran (Sebuah Telaah Teoritis Terhadap Konstruksi Realitas Peter L.Berger). komunikasi dan informatika, 11-23.
M.Sultan prawira yoga, A. s. (2021). Pemanfaatan tiktok sebagai media informasi media massa. ilmu jurnalistik, 57-78 .
Madja, n. m. (2021). new mecia and social construction of technology (SCOT) on cak ed online delivery service in lamongan regency. dakwah dan sosial , 79-95.
Maftuhah nurrahmi, m. p. (2021). pengaruh persepsi dan pengalaman terhadap keputusan memilih universitas muhammadiyah palembang. ekonomi dan bisnis, 135-143.
Mutiara Apriliani Nur Zahra, W. W. (2023). Tiktok sebagai media sosial populer untuk komunikasi bisnis. Syntax Idea, 2548-1398.
Yulian Dwi Putra, D. J. (2024). Realitas keterlibatan gen z dalam media sosial tiktok perspektif sosiokultural. Ilmu Komunikasi, 33-55.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurul Adelia, Zelfia Zelfia , Muhammad Idris

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
